INSIGHT 路 12 menit
Panduan Website Company Profile untuk Perusahaan
Panduan menyusun website company profile yang menjelaskan profil, layanan, kapabilitas, project, dokumen, dan inquiry perusahaan.
Ditulis oleh Hammad Matt 路 Diperbarui
01
Siapa yang menggunakan website perusahaan?
Website corporate jarang hanya ditujukan kepada satu audiens. Calon klien mencari layanan dan proof, procurement membutuhkan informasi formal, kandidat melihat budaya dan karier, sedangkan partner menilai kapabilitas serta kontak.
- Calon klien dan buyer B2B
- Procurement dan partner
- Kandidat
- Media atau stakeholder
- Tim sales internal
02
Struktur halaman yang umum dibutuhkan
Tidak semua perusahaan memerlukan struktur yang sama. Namun fondasi biasanya mencakup homepage, tentang, layanan atau produk, project, insight atau berita, karier bila relevan, serta contact atau RFQ.
- Homepage yang merangkum value
- Tentang dan kapabilitas
- Service hierarchy
- Project atau case study
- Dokumen dan artikel
- Contact, RFQ, atau lokasi
03
Trust signal yang dapat diverifikasi
Gunakan informasi yang benar-benar dimiliki perusahaan: legal name, alamat, kontak, dokumentasi project, profil tim, sertifikasi valid, klien yang memberi izin, dan kebijakan. Hindari logo, rating, atau angka performa yang tidak dapat dibuktikan.
- Kontak dan identitas konsisten
- Project dengan konteks
- Dokumen yang masih berlaku
- Privacy dan terms
- HTTPS serta ownership akun
04
SEO dan content architecture
Setiap layanan penting sebaiknya memiliki halaman yang dapat menjawab intent spesifik. Artikel edukasi kemudian memperluas topik dan menghubungkan kembali ke service page menggunakan anchor yang deskriptif.
- Title serta H1 sesuai intent
- Paragraf pembuka yang menjawab langsung
- Canonical dan sitemap
- Service, Organization, dan Breadcrumb schema
- Internal link ke layanan dan case study
05
Mengelola redesign dan migrasi
Jika mengganti website lama, inventaris URL dan redirect perlu direncanakan sebelum peluncuran. Konten yang masih bernilai dipertahankan atau dipetakan, analytics diuji, dan status indexing dipantau setelah live.
- Crawl URL lama
- Petakan redirect 301
- Pertahankan metadata relevan
- Uji form dan event
- Pantau GSC setelah migrasi
Tinggalkan Komentar atau Pertanyaan
Punya ide, pertanyaan teknis seputar artikel ini, atau apresiasi? Tuliskan tanggapanmu di bawah.
Diskusi Komunitas (0)
Belum ada komentar untuk artikel ini.
Jadilah yang pertama memulai diskusi! Bagikan pemikiran atau pertanyaan kamu di atas.
DITULIS OLEH
Hammad Matt
Founder dan Lead Engineer Hammad Studio. Menulis berdasarkan proses merancang serta membangun website, commerce, platform, dan sistem digital untuk bisnis maupun organisasi.
Tentang penulis dan Hammad StudioDALAM CLUSTER INI
