INSIGHT 路 10 menit
Checklist Keamanan dan Audit Website Perusahaan
Checklist keamanan website perusahaan untuk ownership, dependency, authentication, input, file, API, headers, backup, logging, dan response process.
Ditulis oleh Hammad Matt 路 Diperbarui
01
Asset dan ownership
Inventaris domain, DNS, hosting, repository, CMS, database, email, analytics, vendor, serta admin. Hapus akses yang tidak diperlukan dan aktifkan MFA bila tersedia.
- Account owner
- MFA
- Role
- Offboarding
- Recovery contact
02
Application security
Periksa validation, output encoding, authentication, authorization, session, CSRF sesuai arsitektur, rate limiting, upload file, dan dependency. Uji berdasarkan threat model, bukan checklist generik saja.
- Input validation
- RBAC
- Session
- API authorization
- Rate limit
- File validation
03
Infrastructure dan recovery
Pastikan HTTPS, secret tidak masuk repository, security headers, backup yang dapat direstore, patch cadence, logging, monitoring, dan incident contact tersedia.
04
Apa yang bukan bukti keamanan?
HTTPS saja, logo security, framework modern, atau satu kali scan bukan jaminan. Keamanan merupakan proses berulang yang mengikuti perubahan sistem dan ancaman.
Tinggalkan Komentar atau Pertanyaan
Punya ide, pertanyaan teknis seputar artikel ini, atau apresiasi? Tuliskan tanggapanmu di bawah.
Diskusi Komunitas (0)
Belum ada komentar untuk artikel ini.
Jadilah yang pertama memulai diskusi! Bagikan pemikiran atau pertanyaan kamu di atas.
DITULIS OLEH
Hammad Matt
Founder dan Lead Engineer Hammad Studio. Menulis berdasarkan proses merancang serta membangun website, commerce, platform, dan sistem digital untuk bisnis maupun organisasi.
Tentang penulis dan Hammad StudioDALAM CLUSTER INI
