Real Case Build #01 — Travel Wisata Website
Dolphin-trip
Oleh Muhammad Kevin Efendy
Dolphin Trip hadir sebagai solusi kemudahan bagi para wisatawan yang ingin mengeksplorasi keindahan laut dan menyaksikan atraksi alami lumba-lumba di alam bebas. Melalui platform ini, pengguna dapat menemukan informasi paket wisata, jadwal keberangkatan, fasilitas armada, hingga melakukan reservasi secara cepat dan praktis. Mengutamakan kenyamanan, keamanan berlayar, serta pelestarian ekosistem laut, Dolphin Trip berkomitmen memberikan petualangan bahari terbaik bagi solo traveler, keluarga, mau
Cerita di balik karya
1. Ide & Latar Belakang Masalah Pariwisata bahari, khususnya tur melihat lumba-lumba di habitat aslinya, merupakan salah satu daya tarik wisata alam yang sangat diminati. Namun, di lapangan masih sering dijumpai kendala akses informasi yang terfragmentasi: wisatawan kesulitan menemukan jadwal kapal yang transparan, rincian fasilitas yang jelas, standar keselamatan, hingga kepastian harga tanpa perantara berlebih. Di sisi lain, para penyedia perahu lokal sering kali mengandalkan metode konvensional dari mulut ke mulut. Projek Dolphin Trip diinisiasi sebagai jembatan digital yang menghubungkan wisatawan dengan pengalaman tur lumba-lumba secara transparan, aman, dan mudah diakses. Tujuannya bukan sekadar membuat platform pemesanan, melainkan menghadirkan ekosistem digital yang ramah bagi wisatawan sekaligus memberdayakan operator wisata lokal. 2. Proses Perancangan & Pengembangan Pengembangan Dolphin Trip melalui tiga tahapan utama: Riset & Kebutuhan Pengguna (User Needs): Mengidentifikasi pain points wisatawan saat mencari trip bahari—antara lain rasa ragu terhadap keselamatan kapal, ketidakpastian jam keberangkatan (biasanya dini hari/sunrise), serta proses reservasi yang ribet. Wireframing & Prototyping: Merancang tata letak halaman yang berorientasi pada kemudahan aksi (action-oriented), memprioritaskan informasi penting seperti ringkasan paket, waktu terbaik melihat lumba-lumba, ulasan, serta tombol Call to Action (CTA) yang jelas. Iterasi & Uji Responsivitas: Mengingat mayoritas wisatawan mencari informasi perjalanan langsung melalui perangkat seluler (mobile-first), tata letak dan hierarki visual disesuaikan agar tetap ringan, nyaman dibaca, dan tidak membingungkan pengguna saat dibuka di smartphone. 3. Keputusan Desain (UI/UX) Tema Visual & Identitas Bahari: Memilih palet warna bernuansa laut (gradasi biru samudera, sentuhan putih bersih, dan aksen cerah) untuk menghadirkan kesan segar, menenangkan, dan profesional sejak pandangan pertama. Hierarki Informasi yang Fokus: Landing page disusun secara modular—mulai dari hero section yang memikat, keunggulan tur, opsi paket perjalanan, panduan keselamatan, hingga FAQ—sehingga calon pengunjung mendapatkan pemahaman penuh tanpa merasa kewalahan (information overload). Desain Berorientasi Konversi: Tombol reservasi/kontak dirancang menonjol dan mudah dijangkau di setiap tahapan gulir (sticky/prominent CTA), mempercepat proses pengambilan keputusan pengguna. 4. Keputusan Teknologi Frontend Framework (Modern Component-based UI): Memanfaatkan ekosistem modern berbasis komponen (React / Next.js) guna memastikan antarmuka yang dinamis, struktur kode yang modular, serta pemeliharaan (maintenance) komponen yang efisien. Styling Efisien & Responsif (Tailwind CSS): Menggunakan pendekatan utility-first untuk mempercepat proses styling responsif lintas resolusi layar tanpa menghasilkan bundle size CSS yang membengkak. Deployment & Infrastruktur (Vercel): Memilih Vercel sebagai platform hosting dan CI/CD otomatis untuk menjamin kecepatan akses (low latency), uptime tinggi, serta optimasi aset web global melalui jaringan CDN tepi (edge network). 5. Harapan & Dampak Melalui Dolphin Trip, diharapkan ekowisata bahari lokal dapat memiliki kehadiran digital yang berstandar modern, meningkatkan kepercayaan wisatawan domestik maupun mancanegara, serta membuka peluang ekonomi yang lebih berkelanjutan bagi komunitas pemandu dan nelayan lokal.
Karya peserta Real Case Build #01 — Travel Wisata Website. Deskripsi dan cerita disampaikan oleh peserta.
Dukung kreator dengan memberikan like atau feedback membangun.
Komentar & Masukan Komunitas (0)
Berikan masukan terkait UI/UX, teknis implementasi, atau sampaikan apresiasi untuk karya peserta ini.
Belum ada komentar untuk karya ini.
Jadilah yang pertama memberikan apresiasi atau feedback untuk peserta ini!
